Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah – Semua penghimpunan dana Bank Syariah yang mempergunakan prinsip mudharabah mutlqah, seperti tabungan mudharabah, deposito mudharabah dibukukan pada unsur neraca  dalam kelompok sebelumnya “Investasi Tidak terikat” disempurnakan menjadi “Dana Syirkah Temporer”. Unsur Dana Syirkah Temporer ini, tidak dapat dikategorikan sebagai kewajiban dan tidak pula dapat diketagorikan sebagai ekuitas, karena sesuai prinsip syariah mudharabah, apabila terdapat kerugian yang bukan karena kelalaian mudharib, maka kerugian tersebut menjadi tanggungan pemilik dana / shahibul maal.

Oleh karena itu dana mudharabah tersebut tidak harus dikembalikan oleh mudharib seluruhnya (seratus persen), dikembalikan setelah dikurangi dengan kerugian yang ditanggung oleh penggelolaan dana mudharabah tersebut, hal ini sangat berbeda dengan  penghimpunan dana dengan prinsip wadiah (titipan), dimana penerima titipan harus mengembalikan dana tersebut kapan saja penitip penghendaki, sehingga prinsip ini dikategorikan sebagai kewajiban. Tidak dikategorikan dalam kelompok ekuitas, karena ekuitas adalah penyertaan modal dari pemegang saham.

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Berikut diberikan beberapa contoh transaksi wadiah, baik giro wadiah maupun tabungan wadiah dan jurnal-jurnal yang dilakukan.

Contoh : 3-1

Pada tanggal 01 Agustus 2008 Diterima setoran tunai pembukaan giro wadiah atas nama Qohar sebesar Rp. 20.000.000,–

 Atas transaksi tersebut bank syariah melakukan jurnal sebagai berikut:

Kas

20.000.000

Giro Wadiah (rek giro Qohar)

20.000.000

Dari jurnal diatas akan mengakibatkan perubahan Buku Besar dan posisi Neraca sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Perubahan Saldo Buku Besar Giro wadiah sebagai akibat dari penambahan saldo rekening individu atas nama Qahar, yang dapat digambarkan dalam perkiraan sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Contoh : 3 – 2

Pada tanggal 05 Agustus 2008 Qohar melakukan penarikan giro wadiahnya melalui ATM sebesar Rp. 2.000.000,–

Atas transaksi tersebut Bank  Syariah melakukan jurnal sebagai berikut::

Giro Wadiah (rek giro Qohar)

2.000.000

Kas ATM

2.000.000

Atas transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan Buku Besar dan posisi Neraca sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Perubahan Saldo Buku Besar Giro wadiah sebagai akibat dari penambahan saldo rekening individu atas nama Qahar, yang dapat digambarkan dalam perkiraan sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Contoh : 3 – 3

  1. Pada tanggal 07 Agustus 2008 Qohar menyerahkan Aplikasi transfer untuk dilakukan pemindahbukuan dari rekening gironya sebesar Rp.5.000.000,–untuk dibuatkan Deposito Mudharabah dengan nisbah 65:35
Giro Wadiah (rek giro Qohar)

5.000.000

Deposito Mudharabah (a/n Qohar)

5.000.000

  1. Pada tanggal 07 Agustus 2008 Yusuf melakukan penyetoran tunai sebesar Rp.1.000.000,– sebagai setoran pertama giro wadiah

Atas transaksi tersebut oleh bank syariah dilakukan jurnal sebagai berikut:

Kas

1.000.000

Giro Wadiah (Rek giro Yusuf)

1.000.000

Dari transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan pada Buku Besar dan Posisi Neraca sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Perubahan Saldo Buku Besar Giro wadiah sebagai akibat dari penambahan saldo rekening individu atas nama Qahar dan atas nama Yusuf, yang dapat digambarkan dalam perkiraan sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Contoh : 3 – 4

  1. Pada tanggal 09 Agustus 2008, Qohar melakukan transfer ke rekening atas nama Adinda di BCA cabang Irian Jaya sebesar Rp. 10.000.000,–
Giro Wadiah (rek giro Qohar)

10.000.000

Bank Indonesia

10.000.000

  1. Pada tanggal 09 Agustus 2008, Yusuf melakukan penyetoran tunai sebesar Rp. 5.000.000,– untuk rekeningnya Atas transaksi tersebut oleh bank syariah dilakukan jurnal sebagai berikut:
Kas

5.000.000

Giro Wadiah (rek giro Qohar)

5.000.000

Dari transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan pada Buku Besar dan Posisi Neraca sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Perubahan Saldo Buku Besar Giro wadiah sebagai akibat dari penambahan saldo rekening individu atas nama Qahar dan atas nama Yusuf, yang dapat digambarkan dalam perkiraan sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Contoh : 3 – 5

Pada tanggal 15 Agustus 2008 Qohar melakukan penarikan tunai dari giro wadiahnya sebesar Rp.5.000.000,-

Atas transaksi tersebut bank syariah tidak dapat melaksanakan, karena saldo Qohar tidak cukup untuk dilaksanakan, penarikan sebesar Rp. 5.000.000,– sedangkan saldonya hanya Rp. 3.000.000,-

Posisi rekening Giro Qohar dapat dilihat sebagai berikut:

Akuntansi Penghimpunan Dana Wadiah

Contoh 3 – 6:

Bank Syariah menerapkan kebijakan untuk memberikan  bonus kepada pemegang rekening giro wadiah. Atas hal tersebut Tuan Qohar diberikan bonus sebesar Rp.10.000,- dan atas  bonus tersebut dipotong pajak sebesar 15%

Atas pemberian bonus kepada Tuan Qohar bank syariah melakukan jurnal sebagai berikut:

Beban bonus wadiah

10.000

Giro Wadiah (rekening Qohar)

8.500

Titipan Kas Negara (pajak)

1.500

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X