Bidang-bidang Akuntansi

Bidang-bidang Akuntansi

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Bidang akuntansi ini mencakup akuntansi untuk suatu entitas dan berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan terutama ditujukan untuk pihak-pihak di luar perusahaan yang memiliki kepentingan. Laporan yang dihasilkan bersifat umum dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi atau standar akuntansi yang berlaku umum. Di Indonesia adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Baca juga: Materi Lengkap Pengantar Akuntansi 1
Baca juga: Etika Bisnis & Akuntansi

2. Auditing

Bidang akuntansi ini berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas (independent audit) terhadap asersi manajemen. Tujuan utama diadakannya audit adalah agar asersi yang disajikan manajemen dapat dijamin kelayakan atau kewajarannya. Audit terbagi atas tiga jenis, yakni audit laporan keuangan, audit ketaatan dan audit operasional. Audit atas laporan keuangan bertujuan untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan manajemen. Ukuran yang digunakan untuk menilai wajar tidaknya laporan keuangan adalah prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Audit ketaatan adalah audit yang bertujuan untuk menilai tingkat kepatuhan suatu organisasi terhadap perjanjian, sistem dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan audit operasional adalah audit yang bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas dan efisiensi suatu organisasi (perusahaan).

Audit dilakukan oleh akuntan independen, dalam hal ini adalah Kantor Akuntan Publik (KAP), yaitu suatu lembaga auditor independen yang dijalankan oleh akuntan publik, yang mendapat izin dari Menteri Keuangan. Sedangkan audit terhadap laporan keuangan instansi pemerintah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Titik sentral dalam bidang akuntansi manajemen ini adalah informasi untuk pihak-pihak didalam perusahaan, yakni untuk para manajer dalam berbagai tingkatan. Beberapa kegunaan dari akuntansi manajemen, adalah untuk perencanaan, pengendalian kegiatan perusahaan, memonitor arus kas dan menilai berbagai alternatif dalam pengembilan keputusan seperti penetapan metode produksi dan harga jual serta keputusan investasi penanaman modal, menerima atau menolak suatu pesanan, pengendalian kinerja manajer lini dan sebagainya.

4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Baca juga: Perbedaan Bea dan Cukai
Baca juga: Mencari data Peredaran Saham di Yahoo Finance

Bidang akuntansi ini menekankan pada penentuan harga pokok produk dan pengendalian biaya. Akuntansi biaya terutama berhubungan dengan biaya produksi suatu barang dan jasa. Salah satu fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisis data biaya yang telah terjadi untuk digunakan manajemen dalam penentuan harga pokok produk yang dihasilkan dan sebagai alat pengawasan atas kegiatan yang telah dilakukan.

5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)

Bidang akuntansi ini berhubungan dengan masalah perpajakan, terutama dalam mendesain laporan keuangan untuk tujuan perpajakan. Akuntansi untuk pajak ini sangat penting karena beberapa prinsip atau standar akuntansi yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan berbeda dengan standar akuntansi untuk tujuan perpajakan. Dengan demikian penyajian laporan keuangan untuk keperluan komersial dan untuk keperluan fiskal (pajak) cenderung berbeda. Seorang akuntan perusahaan perlu mengetahui konsep, metode dan cara menyusun laporan keuangan fiskal, sehingga dapat membantu manajemen dalam membuat perencanaan pajak dan mungkin juga mewakili perusahaan dalam menyelesaikan masalah-masalah perpajakan yang dihadapi.

6. Sistem Informasi (Information Systems)

Bidang akuntansi ini menyediakan informasi akuntansi, keuangan dan bukan keuangan namun terkait dengan keuangan, yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan organisasi secara efektif, seperti informasi operasi. Melalui sistem ini diproses informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan yang diperlukan bagi manajemen, pemegang saham, kreditur dan sebagainya. Tugas seorang akuntan dalam bidang ini, meliputi perancangan, pelaksanaan, analisis dan penilaian suatu sistem informasi yang akan diterapkan dan yang sedang berjalan. Sehingga sistem yang dirancang dan diterapkan dapat menghasilkan informasi yang diinginkan, handal dan terkontrol dengan baik.

7.Penganggaran (Budgeting)

Bidang akuntansi ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu di masa datang, biasanya satu tahun atau lebih serta analisis dan pengendaliannya. Media yang dapat menggambarkan rencana tersebut adalah anggaran.

8. Akuntansi Sektor Publik (Publik Sector Accounting)

Merupakan bidang akuntansi yang mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi yang terjadi di badan-badan (entitas) publik. Seperti badan-badan pemerintahan, dan organisasi yang tidak bertujuan mencari laba (not for profit entities). Akuntansi ini menyediakan laporan akuntansi yang bermanfaat mengenai aspek kepengurusan dan administrasi keuangan negara dan membantu untuk mengadakan pengendalian atas pengeluaran melalui anggaran negara agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Materi Lengkap Pengantar Akuntansi 1
Baca juga: Pengguna Informasi Akuntansi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X