Derivatif dan Hedging dalam Pasar Modal

Derivatif dan Hedging

Derivatif adalah instrumen perusahaan digunakan untuk mengurangi resiko. Derivatif berupa kontrak yang digunakan untuk melakukan perjanjian atau jual beli aset Hedging dengan membayar pihak lain yang moneter kompensasi untuk mentrasfer resiko kepada pihak tersebut untuk meminimalisir resiko. Spekulasi umumnya menggambarkan transaksi yang memiliki cakrawala jangka pendek, biasanya didasarkan pada terbatasnya jumlah informasi, yang membuatnya sangat berisiko. Resiko yang ada pada transaksi hedging relative terbatas dimana hedging memiliki keuntungan yan lebih besar dari kerugian nya; tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir kerugian. Berlawanan dengan transaksi spekulatif yang tujuan nya mencapai keuntungan tertentu dengan mengambil resiko paling tinggi sehingga kemungkinan ruginya lebih banyak dibandingkan kemungkinan untung.

Jenis-jenis Produk Derivatif

  • Opsi
  • Forward
  • Futures
  • SWAP

Kontrak Forward, Futures, Dan Swap

  1. Kontrak Forward
    Kontrak forward adalah suatu kontrak di mana kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual bernegosiasi dan menandatangani kontrak tertulis yang berisi kesanggupan kedua belah pihak untuk memperjualbelikan suatu komoditi atau aset tertentu (dalam jumlah dan kualitas tertentu), pada tingkat harga tertentu di kemudian hari. Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi risiko ketidakpastian harga komoditi atau aset tertentu di masa datang. Instrumen forward merupakan instrumen keuangan derivatif yang paling tua. Kontrak forward berbeda dengan kontrak spot dalam hal penyerahan barangnya. Kontrak spot memiliki arti harga berlaku saat ini dan penyerahan barang dilakukan pada saat ini juga sedangkan dalam kontrak forward harga ditetapkan saat ini tetapi penyerahan barang dilakukan pada masa mendatang. Derivatif dan Hedging
    Jenis-jenis Kontrak Forward adalah sebagai berikut ini.

    1. Currency Forward Contract
      Dalam currency forward contract, maka suatu pihak wajib untuk membeli atau menjual mata uang tertentu dengan nilai tukar tertentu, dalam jumlah tertentu, di tanggal yang sudah ditentukan di masa depan.
      Misalnya, perusahaan A (AS) punya piutang dari perusahaan B di Jepang sebesar 5 juta yen dalam waktu 2 bulan mendatang. Tentunya ia tidak ingin nilai tukar yen merosot terhadap dollar, karena jika demikian maka piutang yang diperolehnya jadi lebih rendah. Misalnya rate yang digunakan dalam kontrak adalah sebesar 90 yen per dollar, maka perusahaan A memperoleh kepastian untuk memperoleh cash flow sebesar 5 juta/90 yen = $55,555 di masa depan. Jika di masa depan ternyata yen merosot jadi 100 yen per dollar, maka perusahaan A tetap dapat menukar 5 juta yen yang diperolehnya dengan rate 90 yen per dollar.
    2. Equity Forward Contract
      Dalam equity forward contract, maka suatu pihak wajib membeli atau menjual instrumen ekuitas ataupun indeks saham pada waktu tertentu di masa depan. Jenis kontraknya bisa saham tertentu, portfolio maupun indeks. Derivatif dan Hedging
      Contoh dari equity forward contract ini adalah program share buyback yang sering terjadi di pasar modal. Pada program ini, satu pihak berjanji untuk membeli kembali saham tertentu dengan jumlah tertentu, pada harga tertentu di masa depan. Positifnya, ini mengantisipasi kenaikan harga di masa depan, dan memberikan kepastian mengenai arus kas. Namun, jika harga merosot maka karena terikat kontrak pihak tersebut mungkin akan terpaksa membeli di atas harga pasar.
    3. Commodity Forward Contract
      Commodity forward contract adalah kontrak dengan underlying asset berupa komoditas seperti minyak, emas, jagung, dan lainnya. Kontrak ini memungkinkan suatu pihak untuk membeli atau menjual komoditas dengan harga tertentu di masa depan. Jadi, kontrak ini mengantisipasi terjadinya perubahan harga di masa depan. Untuk produsen, kontrak ini bermanfaat dalam mengurangi risiko jika harga komoditas menguat di masa depan. Derivatif dan Hedging
    4. Bond Forward Contract
      Bond forward contract hampir serupa dengan equity forward contract, hanya saja obligasi punya jatuh tempo, sehingga kontrak forward pasti kadaluarsanya sebelum tanggal jatuh tempo. Obligasi yang umum dijadikan bond forward adalah T-bills yang dikeluarkan Depkeu AS. Pada kontrak ini, satu pihak sepakat untuk membeli T-bills pada harga yang telah dipatok saat ini, pada masa depan, sebelum tanggal jatuh tempo T-bills tersebut.
    5. Interest Rate Forward Contract
      Interest Rate Forward contract disebut juga dengan Forward Rate Agreement (FRA) dimana underlying assets berupa pembayaran bunga dalam mata uang tertentu. Jadi, dalam FRA ini merupakan kesepakatan untuk meminjamkan atau meminjam dana tertentu secara fixed rate.
  2. Kontrak Futures
    Kontrak Future  merupakan suatu kontrak yang diperdagangkan pada bursa berjangka, untuk membeli ataupun menjual aset acuan dari instrumen keuangan pada suatu tanggal di masa akan datang, dengan harga tertentu. Tanggal di masa akan datang tersebut disebut dengan istilah tanggal penyerahan atau dikenal juga dengan istilah delivery date atau tanggal penyelesaian akhir (final settlement date). Harga tertentu disebut dengan istilah harga kontrak berjangka (futures price). Harga dari aset acuan pada saat tanggal penyerahan disebut dengan istilah harga penyelesaian (settlement price). Derivatif dan Hedging
    Suatu kontrak berjangka menimbulkan “kewajiban” kepada pemegang kontrak guna melaksanakan pembelian atau penjualan dimana berbeda dengan kontrak opsi yang memberikan “hak” dan “bukan kewajiban”. Pada kontrak berjangka ini, kedua belah pihak “wajib” untuk melaksanakan kewajiban masing-masing pada tanggal penyelesaian, dimana si penjual akan menyerahkan komoditi yang dijadikan aset acuan kepada pembeli dan pembeli wajib membeli dengan harga penyelesaian yang telah disepakati. Apabila kontrak berjangka dilakukan dengan cara penyelesaian tunai (tanpa penyerahan barang) maka pelaku perdagangan berjangka yang mengalami kerugian wajib untuk mentransfer sejumlah uang tunai kepada pelaku perdagangan yang memperoleh keuntungan.
    Kontrak berjangka dengan penyerahan tunai hanya diperbolehkan kalau harga penyelesaian aset acuan sudah dapat diterima umum seperti misalnya harga saham yang diperdagangkan di bursa saham. Untuk bebas dari kewajiban pada tanggal penyelesaian akhir maka pemegang posisi pada kontrak berjangka harus melakukan perhitungan atas posisinya baik dengan melakukan penjualan posisi “long” ataupun melakukan pembelian kembali posisi “short” yang secara efektif akan menutup posisi kontrak berjangka serta kewajibannyanya berdasarkan kontrak tersebut. Aktivitas dalam transaksi kontrak futures yang sudah terstandarisir dilakukan dalam bursa yang terorganisir (securities exchange), dengan bantuan sebuah lembaga kliring (exchange clearinghouse). Derivatif dan Hedging
    Munculnya futures karena pembeli pada umumnya memiliki preferensi yang berbeda atas spesifikasi kualitas, jumlah dan tempat penyerahan asset dasarnya. Spesifikasi kuantitas dan kualitas underlying assets, initial price, dan besarnya margin bagi kedua belah pihak tetap ditentukan oleh exchange’s clearing house atau bursa khusus memperdagangkan futures secara terorganisasi.
    Harga atas underlying assets dibedakan menjadi initial futures price (harga awal) dan terminal future price (harga pada saat kontrak futures di exercise) apabila terminal futures price lebih rendah daripada initial futures ketika dilaksanakan exercise, maka penjual akan mendapat profit. Sebaliknya, jika pada saat dilaksanakan exercise, terminal future price-nya dari underlying assets lebih tinggi dari pada initial futures price-nya, maka penjual yang akan memperoleh keuntungan. Kondisi ini menunjukan bahwa kedua belah pihak di dalam kontrak futures ini memiliki symetric exposure, mengingat adanya potential loss dan profit function yang seimbang antara penjual dan pembeli.
    Kontrak futures bukan dimaksudkan untuk memiliki underlying assets secara fisik, melainkan lebih merupakan financial instrument yang digunakan untuk meminimalisasi ekspektasi risiko dalam upaya mencapai profit tertentu. Berdasarkan pada pertimbangan tersebut, sehingga kontrak futures pada umumnya tidak dipertahankan hingga expiration date, melainkan diselesaikan dengan cara closing out the position atau di reserve sebelum berakhirnya masa kontrak. Reverse dilakukan dengan mengambil posisi berlawanan atas kontrak yang sama, yaitu sebagai penjual kontrak futures pada tingkat harga yang lebih tinggi.

    1. Kontrak Future – Perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi:
      1. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau asset tertentu) dari penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak
      2. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada pembeli futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak.
    2. Perdagangan dalam Bursa Kontrak Futures akan Berfungsi:
      • Transfer Risiko (Risk Transfer) – sarana para hedger (pihak yang melakukan hedging – misalnya: petani, produsen atau exportir) untuk mengalihkan risiko harga yang melekat pada komoditas yang menjadi patokan kepada pihak spekulator.
      • Pembentukan Harga (Price Discovery) – Harga yang terbentuk diharapkan mencerminkan kekuatan permintaan dan penawaran dari komoditas.
      • Stabilitas Keuangan (Financial Sustainability) – Kepastian pencapaian nilai dari aset yang akan dijual sudah dilindungi nilainya (hedging).
      • Pengawasan Mutu (Quality Control) – Kontrak futures akan bisa dijadikan acuan untuk menjamin kesesuaian mutu aset secara fisik dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak futures.
      • Pengumpulan Informasi yang Efisien (Eficient Information Gathering) – Informasi antar pelaku pasar yang ingin bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat, mudah dan sekaligus murah).
    3. Manfaat Kontrak Futures
      • Sarana untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko perubahan harga di masa depan.
      • Spekulasi untuk memperoleh keuntungan
    4. Penilaian Future
      3 Komponen Penilaian Futures yang wajar (Fair), yaitu:

      1. Harga aset yang menjadi patokan (underlying) dipasar (P)
      2. Yield yang diperoleh sampai dengan settlement date (y).
      3. Tingkat suku bunga untuk meminjam atau menabung dana sampai dengan settlement date ( r ).
        F = P + P (r-y)
        Keterangan:
        F = Harga Futures (Rp.)
        r  = Suku bunga Pinjaman (%)
        P = Harga di pasar (Rp.)
        y = yield (%)
        Salah satu manfaat utama yang bisa diberikan kontrak futures adalah untuk melindungi nilai (hedging) aset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko ketidakpastian perubahan harga di masa depan. Hedging atau disebut juga lindung nilai dalam dunia keuangan dapat diartikan sebagai suatu investasi yang dilakukan khususnya untuk mengurangi atau meniadakan risiko pada suatu investasi lain. Lindung nilai adalah suatu strategi yang diciptakan untuk mengurangi timbulnya risiko bisnis yang tidak terduga, di samping tetap dimungkinkannya memperoleh keuntungan dari invetasi tersebut. Salah satu definisi tertua dari lindung nilai terhadap risiko adalah membeli perlindungan asuransi yang melindungi properti tersebut terhadap berbagai risiko seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, huru-hara dan lain-lain. Derivatif dan Hedging
        Ada dua alternatif posisi hedging yang bisa dilakukan investor:

        1. Short hedge (menjual future).
          Short hedge merupakan transaksi menjual kontrak future ke pasar sebelum sekuritas dijual. Short hedge dilakukan untuk menjaga kenaikan harga dan penurunan tingkat bunga.
        2. Long hedge (membeli future).
          Long hedge digunakan untuk melindungi tingkat kenaikan harga dan penurunan tingkat bunga. Perbedaan utama ada di cara implementasinya.
  3. Kontrak SWAP
    SWAP adalah sebuah kontrak transaksi finansial di mana dua pihak setuju untuk bertukar arus kas secara periodik dalam periode tertentu sesuai aturan yang disepakati bersama. Tiga jenis SWAP yang populer adalah sebagai berikut ini. Derivatif dan Hedging

    1. Currency SWAP
      Dalam currency SWAP, masing-masing pihak membayar dalam suku bunga tetap namun dengan mata uang berbeda. Currency SWAP mewajibkan pihak-pihak yang bertransaksi untuk saling membayar pokok dalam mata uang yang berbeda pada awal transaksi dan mengembalikannya pada akhir transaksi. Currency SWAP biasanya digunakan untuk mengurangi risiko dalam fluktuasi mata uang.
    2. Interest Rate SWAP
      Dalam interest rate SWAP, kedua belah pihak setuju saling membayar bunga berdasarkan jumlah pokok tertentu. Biasanya satu pihak membayar bunga secara fixed rate sedangkan pihak lain membayar bunga secara floating rate. Interest rate swap dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara bunga yang dibayar dengan bunga yang diterima, sehingga masing-masing pihak menerima bunga mengambang dan membayar bunga mengambang juga, atau menerima bunga tetap dan membayar bunga tetap juga. Dalam interest rate swap, dua pihak dapat saling menyelamatkan dari risiko kerugian karena kenaikan bunga mengambang atau bunga tetap.
    3. Currency Coupon SWAP
      Currency coupon SWAP mirip dengan currency SWAP, namun pihak yang satu membayar dalam mata uang tertentu dengan suku bunga tetap, sementara pihak yang lain membayar dalam mata uang lain dengan suku bunga mengambang. Derivatif dan Hedging
  4. Kontrak Futures Untuk Komoditas
    Kontrak futures komoditas merupakan suatu bentuk kontrak standar untuk membeli atau menjual Komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, tempat, dan waktu penyerahan di kemudian hari yang telah ditetapkan. Karena bentuknya yang standar itu, maka yang dinegoisasikan hanya harganya saja. Performance atau terpenuhinya kontrak futures sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak, dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka. Derivatif dan Hedging
    Berdasarkan UU No.32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan kontrak futures dan opsi atas kontrak futures. Perdagangan berjangka dilakukan di Bursa Berjangka, yang selanjutnya disebut dengan Bursa, yang memperdagangkan kontrak Futures berbagai komoditi. Tempat untuk memperdagangkan kontrak futures juga disebut pasar berjangka. Dengan demikian di Bursa akan terdapat banyak pasar berjangka, sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan. Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli atau menjual sejumlah komoditi untuk dikemudian hari, sesuai isi atau spesifikasi kontrak. Derivatif dan Hedging

One thought on “Derivatif dan Hedging dalam Pasar Modal

  • May 24, 2017 at 1:12 pm
    Permalink

    Halo,

    Perkenalkan nama saya Nabilla, manajer afiliasi untuk InstaForex Group.

    Disini saya ingin menawarkan Anda untuk bergabung dalam program afiliasi yang memberikan Anda keuntungan komisi mulai dari 1.5 – 5.3 pip untuk Forex dan mencapai 20 – 26 pip untuk Gold.

    Selain keuntungan tersebut kami juga dapat menawarkan fasilitas lainnya untuk memfasilitasi deposit dan penarikan dana untuk klien-klien Anda.

    Saya menunggu kabar baik dari Anda segera.
    Silakan menghubungi saya melalui detil yang terdapat di bawah.
    Kami akan senang untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan Anda.

    Terima kasih.

    Nabilla,
    Partner Department Consultant
    Skype: Nabilla IFX
    Facebook: Nabillaifx
    WA: +628119071333
    nabilla@mail4.instaforex.com
    http://instaforex.com

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X