Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

Untuk memberikan gambaran awal mengenai bagaimana cara menjurnal suatu transaksi, berikut ini diberikan beberapa contoh transaksi. Misalkan CV Bersama yang didirikan pada tanggal 12 Juli 20X0, menerima setoran modal dari pendirinya Tn. Ahmad dan Tn. Budi Mulia masing-masing sebesar Rp 50.000.000 pada tanggal 12 Juli 20X0. Analisis transaksi ini adalah:

Baca Juga: Materi Pengantar Akuntansi 1 Lengkap
Baca Juga: Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

  1. Akun yang dipengaruhi adalah akun modal Tn. Ahmad dan Tn. Budi Mulia dan akun kas.
  2. Pengaruh transaksi penerimaan setoran modal tersebut adalah: akun kas bertambah, karena itu dicatat sebelah debet, sedangkan akun-akun modal (Modal Tn. Ahmad dan Modal Tn. Budi Mulia) juga bertambah, dicatat sebelah kredit.
  3. Jumlah nilai transaksi yang harus dicatat adalah modal Tn. Ahmad dan modal Tn. Budi Mulia masing-masing Rp 50.000.000 di kredit dan kas Rp 100.000.000 di debet.

Dari analisis di atas, maka pencatatan transaksi kedalam jurnal akuntansi yang dilakukan dalam jurnal umum adalah sebagai berikut:

contoh pencatatan transaksi kedalam jurnal

Bilamana perusahaan berbentuk perseroan terbatas, maka akun modal yang digunakan adalah modal saham. Misalkan pada tanggal 12 Juli didirikan sebuah perusahan dengan nama PT Ciptainsani yang didirikan dengan modal dasar sebesar Rp 250.000.000, dan modal tersebut telah disetor penuh oleh pendirinya. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Pengertian Jurnal dan Fungsinya
Baca Juga: Siklus Akuntansi & Bukti Transaksi

contoh pencatatan transaksi kedalam jurnal

Contoh selanjutnya, misalkan dibayar biaya gaji karyawan untuk bulan Juli sebesar Rp 12.500.000. Ayat jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi ini adalah:

contoh pencatatan transaksi kedalam jurnal

Contoh lengkap pencatatan transaksi kedalam jurnal

Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, mengenai cara pencatatan transaksi kedalam jurnal, berikut ini diberikan sebuah contoh perusahaan perseorangan yang bergerak dalam jasa angkutan Tn. Satiparigo dan kawan-kawan pada tanggal 12 Juli 20X0 mendirikan sebuah perusahaan angkutan, dengan nama “PT PIAGIO EXPRESS”. Berikut ini adalah transaksi selama bulan Agustus 20X0.

01/08: Diterima setoran modal dari pemegang saham sebesar Rp 350.000.000. Untuk ini diterbitkan bukti penerimaan kas atau bukti kas masuk (BKM) nomor 001.

03/08: Dibeli 4 unit truk dari PT Sukafajar seharga Rp 480.000.000 dan dibayar uang muka sebesar Rp 240.000.000. Sisanya dicicil selama 24 kali cicilan bulanan ditambah bunga 1,5% per bulan dari saldo kredit. Untuk ini dikeluarkan bukti pengeluaran kas (BKK) nomor 001.

Baca Juga: Cara Agar Kemampuan Berpikir Tetap Prima

06/08: Dibayar sewa kantor sebesar Rp 12.000.000 dan sewa tanah untuk pool truk sebesar Rp 6.000.000 masing-masing untuk dua tahun kepada Tn. Sutan Panenan. Diterbitkan BKK No. 002.

07/08: Dibeli alat-alat tulis kantor sebesar Rp 3.000.000. Diterbitkan BKK No. 003.

09/08: Dibeli mesin tik, brandcash, papan tulis (white board) meja dan kursi kerja dan almari arsip dengan harga total Rp 28.000.000 pada Toko Raja Furniture. Pembayaran akan dilakukan tanggal 20 Agustus. Bukti pembelian (BB) No. 001.

10/08: Diterima ongkos angkut dari Sujono, sebesar Rp 4.250.000, atas barang-barangnya yang dibawa ke Jambi. Diterbitkan BKM No. 002.

11/08: Diterima hasil angkutan truk dari PT Merah Delima sebesar Rp 12.600.000. BKM No. 003.

12/08: Diterbitkan bukti pembelian No. 002 untuk barang-barang cetakan formulir pembukuan dari percetakan CV Mentari sebesar Rp 2.000.000.

12/08: Dibayar biaya renovasi kantor dan area parkir sebesar Rp 1.650.000 kepada Tn. Mulyadi. BKK No. 004

13/08: Diterima hasil truk atas pengangkutan barang-barang milik PT Kebun Pantai Indah sebesar Rp 9.800.000. BKM No. 004.

14/08: Dikeluarkan BKK No. 005 untuk pembayaran biaya bahan bakar dan operasional truk lainnya sebesar Rp 4.500.000.

16/08: Diterima kas hasil angkutan sebesar Rp 3.350.000 dan diterbitkan BKM No. 005.

16/08: Diterima hasil perhitungan ongkos angkut PT Mitra Tani untuk tengah bulan pertama Agustus, sebesar Rp 10.800.000. Diterbitkan faktur (FP) No. 001.

17/08: Dibayar gaji sopir dan kernet tengah bulan pertama sebesar Rp 3.800.000. BKK No. 006.

18/08: Dibayar biaya servis truk sebesar Rp 1.750.000. BKK No. 007. 18/08: Diterima hasil angkutan sebesar Rp 2.500.000. BKM No. 006.

19/08: Dibayar sebagian hutang pada Toko Raja Furniture sebesar Rp 18.000.000, BKK No. 008.

20/08: Diterima hasil jasa angkutan dari Slamet Adimaja, sebesar Rp 2.600.000 atas pengangkutan barang dagangannya. BKM No. 007.

21/08: Dibayar biaya bahan bakar dan biaya operasional lainya sebesar Rp 4.350.000. Bukti pengeluaran kas nomor 009.

21/08: Dibeli satu unit mobil Kijang untuk kantor seharga Rp 125.000.000 dibayar uang muka Rp 35.000.000, sisanya dicicil selama 30 kali cicilan bulanan, bunga 1,5% per bulan. Diterbitkan BKK No. 010.

23/08: Dibayar hutang pada CV Mentari sebesar Rp 2.000.000. BKK No 011. 23/08: Dibayar biaya servis kendaraan sebesar Rp 2.425.000. BKK No. 012. 25/08: Diterima hasil angkutan dari Raharja sebesar Rp 2.250.000. BKM No. 008.

25/08: Diterima faktur atas pembelian 2 unit komputer dan printer dari
CV. Deoncom, seharga Rp 12.000.000. Dikelurakan bukti pembelian
No. 003.

26/08: Diterbitkan faktur nomor 002 atas tagihan ongkos angkutan PT Kayu Agung Sejahtera (KAS) sebesar Rp 6.850.000.

26/08: Dibayar bahan bakar dan operasional truk sebesar Rp 2.750.000. BKK No. 013.

26/08: Dibeli gula, teh dan bahan konsumsi lainnya seharga Rp 810.000, dan perangko serta benda pos lainnya sebesar Rp 140.000. BKK No. 014.

27/08: Dibayar gaji pimpinan dan karyawan bulan Agustus masing-masing sebesar Rp 8.500.000 dan Rp 4.000.000. BKK No. 015.

27/08: Dibayar cicilan pertama truk pada PT Sukafajar sebesar Rp 10.000.000 ditambah bunga sebesar Rp 3.600.000. BKK No. 016.

28/08: Diterima tagihan ongkos angkut dari PT Mitra Tani sebesar Rp 10.800.000. Bukti penerimaan kas nomor 009.

30/08: Diterbitkan nota tagihan ongkos angkut barang-barang PT Mitra Tani untuk masa tengah bulan ke 2 Agustus sebesar Rp 14.600.000. Bukti Faktur No. 003.

30/08: Pembayaran pembelian bahan bakar kendaraan kantor Rp 380.000. BKK N0. 017

31/08: Dibayar biaya gaji sopir dan kernet tengah bulan kedua sebesar Rp 3.700.000. BKK No. 018.

31/08: Dikeluarkan biaya perjalanan direksi sebesar Rp 1.800.000. BKK No. 019.

31/08: Dikeluarkan BKK No. 020 untuk pembayaran bahan bakar & operasi truk sebesar Rp 1.100.000.

Semua transaksi-transaksi di atas dicatat dalam jurnal umum, sebagaimana diperlihatkan berikut ini. Oleh karena contoh ini dimulai dari pendirian perusahaan, maka nomor halaman jurnal menggunakan nomor 1, demikian pula dengan nomor bukti-bukti transaksi, baik bukti penerimaan dan pengeluaran kas maupun bukti penjualan, bukti pembelian dan bukti-bukti lainnya.

Baca Juga: Tutorial Cek Identitas Jual Beli Online – Waspada Penipuan

Pencatatan transaksi kedalam jurnal
(Klik Pada Gambar Untuk Memperbesar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X