Pengertian Akuntansi & Profesi

Pengertian Akuntansi

Ada beberapa pengertian akuntansi menurut para ahli

  • Akuntansi pertama kali didefinisikan secara resmi oleh Accounting Principle Board (APB), yaitu suatu komite penyusun prinsip akuntansi yang dibentuk oleh American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) di Amerika Serikat. Definisi tersebut dimuat di dalam Accounting Terminologi Bulletin No. 1 tahun 1959, yang mendefinisikan: “Akuntansi adalah seni mencatat dan menggolongkan dan meringkaskan transaksi-transkasi dan kejadian-kejadian yang bersifat keuangan dengan cara-cara tertentu dalam satuan moneter, serta menginterprestasikan hasil-hasil proses tersebut”.

Baca juga: Materi Lengkap Pengantar Akuntansi 1
Baca juga: Mencari data Peredaran Saham di Yahoo Finance

  • American Accounting Associations (AAA, 1967), mendefinisikan: “Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”.
  • Accounting Principles Board (APB) memberikan pengertian yang lebih luas lagi, yakni: “Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang berfungsi menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan dari suatu organisasi (entitas), yang berguna untuk pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dari berbagai alternatif yang dipilih”.
  • Menurut wareen ( 2005 ): “Akuntansi adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi perusahaan”.

Keempat definisi di atas mengemukakan tiga unsur pokok yang terkandung dalam akuntansi yakni:

  1. Akuntansi merupakan suatu kegiatan yang dimulai dengan pengindentifikasian transaksi keuangan dan melakukan pengukuran atas transaksi tersebut.
  2. Pengolahan data atau transaksi menjadi suatu informasi atau laporan, yang disebut dengan informasi akuntansi
  3. Melakukan analisis dan interprestasi terhadap laporan yang dihasilkan, sehingga dimungkinkan diambil suatu kesimpulan dan keputusan.

Transaksi adalah : kejadian-kejadian yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Akuntansi bertugas mencatat transaksi-transaksi yang terjadi. Sebelum pencatatan dilakukan, transaksi tersebut harus diidentifikasi, apakah merupakan transaksi yang menyebabkan pertambahan atau pengurangan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban. Oleh karena jenis transaksi dalam perusahaan sangat beragam dan menggunakan ukuran yang beragam pula, misalnya transaksi pemakaian bahan baku di pabrik menggunakan ukuran ton, kubik dan sebagainya, sedangkan pemakaian bahan bakar menggunakan liter, serta transaksi lain menggunakan ukuran yang berbeda pula, maka untuk keperluan akuntansi semua ukuran yang berbeda tersebut disetarakan dengan menggunakan ukuran moneter atau nilai uang.

Setelah transaksi diidentifikasi dan diukur, tugas akuntansi selanjutnya adalah mencatat transaksi-transaksi tersebut kedalam buku-buku harian, kemudian mengelompokkannya dalam akun-akun atau pos-pos yang sejenis, yang selanjutnya diolah sedemikian rupa sehingga transaksi-transaksi tersebut dapat diikhtisarkan dan dilaporkan dalam bentuk laporan atau informasi akuntansi. Laporan akuntansi yang ditujukan untuk pihak di luar perusahaan disebut dengan laporan keuangan, yang terdiri dari neraca atau laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan-catatan atas laporan keuangan (PSAK No. 1). Sedangkan informasi akuntansi untuk keperluan pihak internal disebut dengan informasi akuntansi manajemen. Termasuk dalam informasi akuntansi manajemen ini, antara lain adalah anggaran dan laporan pelaksanaan anggaran atau laporan prestasi.

Akuntansi menyediakan profesi tersendiri yang terdiri dari :

  1. Akuntan Publik: Akuntan publik adalah suatu profesi akuntan yang berperan memberikan jasa profesional akuntan dibidang auditing (pemeriksaan laporan keuangan, pemeriksaan kinerja, pemeriksaan kepatuhan), konsultasi manajemen dan akuntansi, dan jasa akuntan lainnya yang diatur dalam standar profesional akuntan publik (SPAP). Seorang akuntan dapat menjalankan profesi akuntan publik harus memenuhi persyaratan tertentu, antara lain menjadi anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Institur Akuntan Publik Indonesia (IAPI), memiliki nomor Register Negara Akuntan, telah lulus ujian sertifikasi akuntan publik (CPA = Certified Public Accountant), dan memperoleh ijin menjalankan praktek akuntan publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia.
  2. Akuntan Manajemen adalah: akuntan yang bekerja pada perusahaan, yang berfungsi menyediakan informasi akuntansi, baik akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen dan sebagai controller. Untuk menjadi akuntan manajemen profesional, seorang akuntan harus mendapatkan sertifikasi akuntan manajemen melalui CMA (Certified Management Accountant) di Indonesia disebut CPMA (Certified Profesional Management Accountant).
  3. Akuntan Pajak (tax accountant) adalah: akuntan yang ahli dalam bidang perpajakan, dan bekerja diperusahaan sebagai perencana dan pengendali perpajakan perusahaan.
  4. Akuntan Pemerintah (sekarang lebih dikenal dengan akuntan sektor publik) adalah: akuntan yang bekerja dilembaga-lembaga pemerintahan, yang berfungsi sebagai penyelenggara akuntansi pemerintah dan sebagai auditor pemerintah yang berada pada lembaga-lembaga audit atau pengawasan. Lembaga audit pemerintah, terdiri dari Inspektorat Jenderal (Itjen) yang ada disetiap Departemen, Bawasda (Badan Pengawas Daerah), BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan), dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Saat ini di Indonesia belum ada sertifikasi akuntan sektor publik.

pengertian akuntansi – pengertian akuntansi – pengertian akuntansi – pengertian akuntansi – 

Baca juga: Materi Lengkap Pengantar Akuntansi 1
Baca juga: Perbedaan Bea dan Cukai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X