Pengertian Jurnal dan Fungsinya

Pengertian Jurnal

Pencatatan transaksi langsung ke dalam akun-akun sebagaimana dibicarakan dalam Pencatatan Transaksi Dengan Persamaan Akuntansi, mengandung kelemahan, terutama jika pengolahan data akuntansi dilakukan secara manual. Kelemahan yang utama adalah sulitnya menelusuri bila terjadi kesalahan pencatatan. Penelusuran kembali pencatatan transaksi ke dalam setiap akun untuk mencari kesalahan memakan waktu yang lama dan sangat menyulitkan. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka setelah transaksi didokumentasikan ke dalam bukti-bukti, tidak langsung dicatat kedalam akun-akun yang berhubungan, akan tetapi terlebih dahulu dicatatkan ke dalam jurnal. Setelah itu, dari jurnal dipindahkan atau diposting ke dalam akun-akun yang berhubungan. Dengan demikian jurnal berfungsi sebagai pencatatan transaksi untuk dapat dimasukkan ke dalam akun-akun. Oleh karena itu jurnal sering disebut dengan buku catatan yang pertama kali (book of original entry).

Baca Juga: Materi Pengantar Akuntansi 1 Lengkap
Baca Juga: Siklus Akuntansi & Bukti Transaksi

Dibanding dengan catatan akuntansi yang lain, pencatatan di dalam jurnal lebih lengkap dan pencatatan dilakukan secara sistematis dan runtut menurut urutan terjadinya transaksi. Oleh karena itu jurnal dapat diartikan sebagai catatan yang pertama kali atas transaksi, dimana pencatatan dilakukan secara kronologis menurut urutan terjadinya transaksi dengan cara menonjolkan jenis akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi (debet atau kredit) serta menyediakan informasi penting terhadap suatu transaksi.

Keragaman jurnal yang dibuat sangat tergantung pada jenis transaksi dan jenis usaha perusahaan. Jurnal perusahan yang bergerak di sektor jasa relatif lebih sedikit ragamnya dibanding dengan jurnal pada perusahaan yang bergerak di sektor memahami jurnal, maka jurnal yang dibahas dalam materi ini adalah jurnal atas transaksi yang umum terjadi pada perusahaan yang bergerak disektor jasa, sedangkan jurnal atas transaksi pada perusahaan perdagangan akan dibahas pada bagian Perusahaan Dagang selanjutnya. Walapun demikian prinsip-prinsip penjurnalan setiap jenis perusahaan adalah sama. Oleh karena itu, bila pembaca telah memahami jurnal pada perusahaan jasa, maka akan mudah memahami jurnal pada perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur.

Jenis Jurnal

Baca Juga: Transaksi Keuangan dan Pengukuran Akuntansi
Baca Juga: Etika Bisnis & Akuntansi

Oleh karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama kali diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka bentuk jurnal harus dirancang sedemikian rupa, sehingga semua transaksi dapat dicatat secara lengkap dan dapat memberikan informasi penting mengenai transaksi. Jurnal yang lengkap dan informatif akan memudahkan penelusuran data akuntansi ke buktinya. Di samping itu, jurnal yang lengkap dan informatif akan memudahkan pemahaman terhadap transaksi yang terjadi. Rancangan jurnal sangat dipengaruhi oleh turn over jenis transaksi dan sifat usaha yang dijalankan oleh perusahaan.

Jika turn over dan jenis transaksi masih sedikit, dapat digunakan jurnal umum dua kolom atau empat kolom. Akan tetapi jika kegiatan usaha sudah besar, penggunaan jurnal umum tidak lagi memadai. Oleh karena itu sebaiknya digunakan jurnal khusus. Jurnal ini dirancang secara khusus untuk satu jenis transaksi tertentu. Tiap jenis transaksi yang turn overnya tinggi disediakan satu jurnal khusus, yakni jurnal penerimaan kas untuk transaksi penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas untuk transaksi pengeluaran kas, jurnal penjualan untuk transaksi penjualan kredit dan jurnal pembelian untuk transaksi pembelian kredit, jurnal pemakaian bahan untuk perusahaan manufaktur yang digunakan untuk mencatat pemakain bahan dalam proses produksi. Walaupun jurnal khusus penggunaannya sangat spesifik, namun prinsip pencatatannya sama dengan prinsip pencatatan jurnal umum. Jurnal khusus merupakan pengembangan dari jurnal umum untuk memudahkan pembagian pekerjaan dan melakukan pengawasan. Dalam materi ini kita hanya membicarakan jurnal umum. Perancangan jurnal khusus ini merupakan bagian dari sistem informasi akuntansi. Dalam materi ini hanya akan diperkenalkan jurnal umum sebagai media pencatatan transaksi. Jurnal khusus akan dibahas dalam materi selanjutnya.

Bentuk Jurnal Umum

Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa jurnal umum adalah jurnal umum dua kolom, yang mempunyai satu kolom debet dan satu kolom kredit untuk mencatat nilai akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi yang terjadi. Jurnal umum digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi. Bentuk jurnal umum tersebut diperlihatkan pada gambar 4-4.

Tata cara pengisian jurnal umum tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Setiap halaman jurnal diberi nomor halaman yang akan digunakan untuk referensi dalam pemindahan ke akun buku besar (dibicarakan dalam bab 5).
  2. Tahun dicantumkan hanya sekali pada baris paling atas dari kolom “tanggal” disetiap halaman jurnal, kecuali bila dalam halaman tersebut tahunnya berubah.
  3. Bulan dicantumkan hanya sekali pada baris pertama setelah tahun kecuali bila pada halaman tersebut bulannya berubah.
  4. Tanggal dicantumkan hanya sekali untuk setiap hari tanpa memandang jumlah transaksi yang terjadi pada hari itu. Tanggal yang dicatat adalah tanggal terjadinya transaksi bukan tanggal dicatatnya transaksi ke dalam jurnal.
  5. Nomor dokumen bukti transaksi yang dijadikan dasar penjurnalan dicatat dalam kolom “nomor bukti”.
  6. Nama akun di debet dicantumkan pada tepi paling kiri pada kolom “keterangan” dan jumlah yang di debet dicatat dalam kolom “debet”.
  7. Nama akun yang di kredit dicantumkan di bawah akun yang di debet, agak masuk ke kanan dari akun yang di debet pada kolom keterangan. Jumlah yang dikreditkan dicantumkan dalam kolom “kredit”.
  8. Penjelasan singkat dapat dicantumkan di bawah akun yang dikredit dengan membuat tanda kurung. Kadang-kadang penjelasan ini ditiadakan, bilamana transaksi yang dicantumkan sudah jelas. Apabila penjelasan itu terlalu panjang dapat digantikan dengan referensi pada dokumen.
  9. Kolom ref (referensi) digunakan untuk mencatat nomor kode akun yang didebet atau dikredit. Kolom ini diisi pada waktu dilakukan pemindahbukuan ke akun buku besar dengan nomor kode akun buku besar sebagai tanda bahwa angka yang ada dalam jurnal telah dipindahkan ke akun buku besarnya.
  10. Jika suatu halaman jurnal telah penuh, maka kedua kolom (debet dan kredit) harus dijumlahkan, dan jumlahnya harus sama. Kedua jumlah tersebut dipindahkan ke halaman berikutnya, dengan menuliskan “dipindahkan ke halaman ……”

Untuk dapat melakukan penjurnalan, pemahaman yang seksama terhadap jenis-jenis akun, yakni akun-akun aset, kewajiban atau hutang, ekuitas, pendapatan dan biaya serta prinsip pendebetan dan pengkreditannya sangat diperlukan, sebagaimana dibahas dalam Pencatatan Transaksi Dengan Persamaan Akuntansi di muka. Sebelum transaksi dicatat ke dalam jurnal sebaiknya dilakukan analisis transaksi sebagaimana dijelaskan dalam Pencatatan Transaksi Dengan Persamaan Akuntansi, agar kesalahan penjurnal dapat dihindari, yakni mencakup:

  1. Penentuan akun yang dipengaruhi
  2. Penentuan pengaruh pada akun debet atau kredit, dan
  3. Penentuan besarnya (nilai rupiah) dari akun yang didebet dan dikredit.

Jenis Transaksi

Jenis transaksi yang terjadi pada setiap perusahaan sangat tergantung pada jenis usaha yang dilakukannya. Dalam hal ini terdapat tiga jenis usaha, yaitu usaha jasa, perdagangan dan manufaktur atau produksi. Walaupun demikian terdapat juga beberapa jenis transaksi yang sama dari ketiga jenis usaha tersebut, seperti transaksi penerimaan dan pengembalian modal pemilik, penerimaan pinjaman dari bank, pembayaran biaya-biaya operasi, dan sebagainya. Transaksi yang berbeda antara perusahaan jasa dengan dagang adalah transaksi yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang, karena pada perusahaan jasa tidak terdapat barang yang diperdagangkan. Sedangkan dengan perusahan manufaktur perbedaan yang menonjol adalah berkaitan dengan transaksi produksi, seperti pembelian dan pemakaian bahan baku, pembayaran upah tenaga kerja dan biaya produksi lainnya. Pada bab ini pembicaran dibatasi pada jurnal untuk perusahaan yang bergerak di sektor jasa.

Baca Juga: Materi Pengantar Akuntansi 1 Lengkap
Baca Juga: Penemuan Inovatif #1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X