Pengoperasian Akun

Prinsip Pengoperasian Akun

  1. Akun-akun aset
    • Di debet : bila terjadi penambahan nilai terhadap akun aset
    • Di kredit : bila terjadi pengurangan nilai terhadap akun aset
  2. Akun-akun liabilitas:
    • Di debet : bila terjadi pengurangan nilai terhadap akun hutang
    • Di kredit : bila terjadi penambahan nilai terhadap akun hutang
  3. Akun-akun ekuitas:
    • Di debet : bila terjadi pengurangan nilai terhadap akun ekuitas
    • Di kredit : bila terjadi penambahan nilai terhadap akun ekuitas
  4. Akun-akun pendapatan:
    • Di debet : bila terjadi pengurangan nilai terhadap akun pendapatan
    • Di kredit : bila terjadi penambahan nilai terhadap akun pendapatan
  5. Akun-akun beban:
    • Di debet : bila terjadi penambahan nilai terhadap akun beban
    • Di kredit : bila terjadi pengurangan nilai terhadap akun beban

Baca juga: Materi Lengkap Pengantar Akuntansi 1
Baca juga: Laporan Keuangan

Aturan-aturan pendebetan dan pengkreditan ini merupakan prinsip dasar dalam pencatatan transaksi dalam proses akuntansi selanjutnya. Agar diperoleh gambaran yang ringkas, maka berikut ini diikhtisarkan prinsip-prinsip debet dan kredit sebagaimana disajikan dalam tabel 3-1 di halaman berikut.

prinsip pengoperasian akunPencatatan Transaksi kedalam Akun

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, tentang mekanisme kerja akun, berikut ini diperlihatkan contoh pencatatan transaksi dalam akun. Ilustrasi didasarkan pada contoh dalam Pencatatan Transaksi dengan Persamaan Akuntansi, yakni Fotocopy Bersamaria. Sebelum transaksi dicatat kedalam akun, terlebih dahulu harus dilakukan analisis transaksi, yang meliputi penentuan terhadap tiga hal berikut:

  • Akun apa yang dipengaruhi oleh transaksi yang terjadi. Setiap transaksi paling tidak mempengaruhi dua akun, satu di debet dan satu di kredit dalam nilai yang sama, sehingga posisi debet dan kredit sama.
  • Sebelah mana nilai transaksi tersebut harus dicatat pada setiap akun yang dipengaruhi, apakah pada sisi debet atau sisi kredit. Hal ini sangat tergantung kepada jenis transaksi dan akun yang dipengaruhinya. Aturan pendebetan dan pengkreditan merupakan pedoman utama dalam penentuan apakah dicatat pada sisi debet atau sisi kredit.
  • Berapa nilai transaksi tersebut harus dicatat pada sisi debet atau kredit pada setiap akun yang dipengaruhi. Hal ini menyangkut proses pengukuran transaksi, sebagaimana telah dibahas dalam Prinsip Akuntansi.

Untuk lebih memahami mengenai pengoperasian akun, berikut ini akan dijelaskan dengan menggunakan contoh transaksi:

Pada bulan Juli 20X0 Tn. Ibrahim mendirikan perusahaan “Fotocopy Bersamaria”. Berikut ini adalah transaksi selama bulan Juli 20X0. Untuk lebih praktisnya contoh ini hanya menggunakan akun dalam bentuk yang sederhana (T account).

Baca juga: Materi Lengkap Pengantar Akuntansi 1
Baca juga: Bentuk dan Jenis Akun

2 Juli :

Tn. Ibrahim menyetorkan uang sebagai modal sebesar Rp 75.000.000. Transaksi ini mempengaruhi akun “ kas” dan akun “ Ekuitas atau modal Tuan Ibrahim”. Transaksi tersebut berakibat bertambahnya kas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp 75.000.000, karena itu kas dicatat pada sisi debet dan modal Tn. Ibrahim pada sisi kredit seperti berikut:

Dari kedua akun tersebut, terlihat bahwa saldo aset adalah Rp 75.000.000 (debet) dan saldo ekuitas yakni Rp 75.000.000 (kredit), dengan demikian jumlah debet = kredit.

5 Juli :

Dibeli Mesin Fotocopy merek Minolta seharga Rp 50.000.000 dan peralatan penjilidan seharga Rp 10.000.000 secara tunai. Transaksi ini mengakibatkan berkurangnya kas dan menambah aset baru berupa mesin fotocopy dan peralatan. Oleh karena itu akun kas dikreditkan sebesar Rp 60.000.000 dan akun mesin fotocopy serta peralatan didebetkan masing-masing sebesar Rp 50.000.0000 dan Rp 10.000.000 seperti berikut ini:

6 Juli :

Dibayar sewa toko kepada Ny. Mariana sebesar Rp 4.800.000 untuk masa dua tahun, terhitung 1 Juli 20X0 sampai dengan 30 Juni 20X2. Transaksi ini berakibat berkurangnya kas sebesar Rp 4.800.000 karena itu kas harus dikredit, dan timbul sewa bayar muka sejumlah Rp 4.800.000 pula. Oleh karena sewa bayar muka merupakan akun aset, maka akun ini dicatat sebelah debet karena bertambah, sebagaimana terlihat berikut ini.

8 Juli :

Baca juga: Bidang Akuntansi
Baca juga: Neraca Saldo

Dibeli berbagai supplies (kertas, toner, lem, bahan-bahan penjilidan) senilai Rp 4.500.000 secara kredit dari CV. Usaha Bersama. Transaksi ini mempengaruhi akun persediaan supplies (bertambah) dan akun hutang usaha (bertambah). Oleh karena itu akun supplies didebet senilai Rp 4.500.000 dan hutang usaha dikreditkan sejumlah yang sama, seperti berikut:

10 Juli :

Diterima kas dari hasil fotocopy dan penjilidan sebesar Rp 3.750.000. Transaksi ini mempengaruhi akun kas (bertambah) dan akun pendapatan fotocopy dan penjilidan (bertambah). Oleh karena itu akun kas didebet sebesar Rp 3.750.000 dan akun pendapatan fotocopy dan penjilidan dikredit dengan jumlah yang sama, seperti berikut:

14 Juli :

Dibayar beban iklan pada harian Media Umat untuk bulan Juli 20X0 sebesar Rp 250.000. Transaksi ini mempengaruhi akun kas (berkurang) dan akun beban iklan dan promosi (bertambah). Oleh karena itu akun kas dikredit dan akun beban iklan dan promosi didebet, masing-masing sebesar Rp 250.000, sebagaimana diperlihatkan berikut ini.

20 Juli :

Dibayar sebagian hutang pembelian supplies kepada CV. Usaha Bersama sebesar Rp 2.000.000. Transaksi ini mempengaruhi akun kas (berkurang) dan akun hutang usaha (berkurang). Oleh karena itu akun kas dikredit dan akun hutang usaha didebet, masing-masing Rp 2.000.000 seperti terlihat berikut ini.

27 Juli :

Diterima hasil fotocopy dan penjilidan sebesar Rp 7.500.000. Transaksi ini mempengaruhi akun kas dan akun pendapatan fotocopy dan penjilidan masing-masing Rp 7.500.000, sebagaimana halnya transaksi tanggal 10 Juli 20X0. Pencatatan dalam akun terlihat berikut ini:

29 Juli :

Dibayar beban-beban operasi, terdiri dari: gaji karyawan dan pimpinan sebesar Rp 1.500.000, beban surat kabar dan majalah Rp 50.000, kebersihan lingkungan Rp 25.000, perbaikan peralatan Rp 225.000, premi asuransi kebakaran Rp 150.000. Transaksi-transaksi ini mengakibatkan berkurangnya aset berupa kas sebesar Rp 1.950.000, karena itu akun kas harus dikredit. Sebaliknya terjadi penambahan pada akun-akun beban, yakni: gaji pimpinan dan karyawan, beban surat kabar dan majalah, beban kebersihan, beban pemeliharaan dan beban asuransi, yang dicatat sebelah debet sesuai dengan nilainya masing-masing, karena akun-akun tersebut bertambah. Pencatatan dalam akun-akun seperti berikut ini:

Baca juga: Membuat Bluetooth Speaker Kayu

31 Juli :

Setelah dilakukan penghitungan fisik terhadap persediaan supplies pada tanggal 31 Juli 20X0, supplies yang masih tersisa berjumlah Rp 1.600.000 dari jumlah semula Rp 4.500.000. Ini berarti bahwa Rp 2.900.000 dari supplies tersebut telah dipakai dalam kegiatan perusahaan selama bulan Juli 20X0. Transaksi ini mempengaruhi akun supplies (berkurang) dan akun beban supplies (bertambah). Oleh karena itu akun supplies harus dikredit dan akun beban supplies didebet masing-masing sejumlah Rp 2.900.000 seperti berikut ini:

31 Juli :

Berdasarkan hasil pemeriksaan meteran listrik, beban rekening listrik bulan Juli 20X0 yang akan dibayar pada bulan Agustus 20X0 berjumlah Rp 350.000. Sementara informasi dari PT Telkom, jumlah tagihan rekening telepon bulan Juli 20X0 adalah Rp 175.000. Tagihan telepon ini akan dibayar pada bulan Agustus 20X0. Transaksi ini merupakan transaksi transitoris, yaitu transaksi yang telah terjadi (terjadinya beban listrik dan telepon) tetapi belum dicatat. Oleh karena itu timbul akun beban listrik dan beban telepon (bertambah), karena itu akun-akun tersebut harus dicatat sebelah debet, dan timbul akun hutang beban atau beban masih harus dibayar (Rp 525.000). Oleh karena akun ini bertambah dicatat sebelah kredit, sebagaimana berikut ini.

31 Juli :

Sewa toko yang telah lewat waktu untuk bulan Juli 20X0 sebesar Rp 200.000 (1/24 x Rp 4.800.000) harus diakui. Transaksi ini mengakibatkan akun sewa bayar muka berkurang sebesar Rp 200.000 dan timbul akun beban sewa sebesar Rp 200.000 pula. Oleh karena itu akun beban sewa didebet dan sewa bayar muka dikredit, masing-masing Rp 300.000 seperti berikut:

Juli 31 :

Mesin dan peralatan fotocopy diperkirakan dapat digunakan dalam waktu 5 tahun. Ini berarti bahwa harga perolehan mesin dan peralatan masing-masing Rp 50.000.000 dan Rp 10.000.000 harus disusutkan selama 5 tahun, atau 60 bulan, karena nlai ekonomisnya menurun akibat digunakan dalam operasi perusahaan. Penyusutan tersebut merupakan pengurang nilai mesin yang dicatat dalam akun akumulasi penyusutan (dicatat sebelah kredit) dan timbulnya beban penyusutan mesin (dicatat sebelah debet). Demikian juga dengan peralatan, muncul akun akumulasi penyusutan peralatan dan beban penyusutan peralatan. Besarnya penyusutan mesin dan peralatan fotocopy untuk bulan Juli masing-masing adalah Rp 833.333 (1/60 x Rp 50.000.000) dan Rp 166.667 (1/60 x Rp 10.000.000). Pencatatan transaksi tersebut dalam akun adalah sebagai berikut:

31 Juli :

Tn. Ibrahim mengambil uang dari perusahaan sebesar Rp 1.250.000 untuk keperluan pribadinya. Transaksi ini mempengaruhi akun kas (berkurang) sebesar Rp 1.250.000 dan akun prive Tn. Ibrahim (bertambah). Akun prive merupakan akun kontra (lawan) dari akun modal Tn Ibrahim, karena itu prinsip debet dan kreditnya kebalikan dari prinsip ekuitas. Ekuitas bertambah dicatat pada sisi kredit dan jika berkurang dicatat pada sisi debet. Pengambilan prive berarti mengurangi ekuitas, karena itu akun prive harus didebet. Pencatatan transaksi prive di atas terlihat sebagai berikut:

Untuk memperlihatkan secara keseluruhan transaksi-transaksi tersebut di atas di dalam setiap akun yang dipengaruhi, berikut ini disajikan semua akun tersebut dan transaksi yang telah dicatatkan kedalamnya.

Klik pada Gambar untuk Memperbesar

pengoperasian akun – pengoperasian akun – pengoperasian akun – pengoperasian akun – pengoperasian akun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X