Standar Akuntansi Murabahah

Standar Akuntansi Murabahah

Standar Akuntansi Murabahah

Pengukuran, pengakuan, penyajian dan pengungkapan transaksi murabahah yang sebelumnya diatur dalam PSAK 59 direvisi menjadi PSAK tersendiri yaitu PSAK 102 tentang Akuntansi Murabahah

Dalam PSAK 59 tentang Akuntansi Perbanksn Syariah hanya mengatur pengukuran dan pengakuan transaksi murabahah yang dilaksanakan oleh Bank Syariah. Sedangkan PSAK 102  tentang akuntansi Murabahah membahas tentang pengakuan dan pengkuruan transaksi murabahah yang dilakukan oleh penjual dan pembeli. Pada umumya bank syariah dalam melaksanakan transaksi murabahah hanya bertindak sebagai penjual, oleh karena itu akuntansi bank syariah dalam transaksi murabahah hanya dibahas ”akuntansi penjual” saja.

4.2.1. Bank sebagai Penjual (Akuntansi Untuk Penjual)

  1. Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan.
  2. Pengukuran aset murabahah  setelah perolehan adalah sebagai berikut:

(a) jika murabahah pesanan mengikat:

(i) dinilai sebesar biaya perolehan; dan

(ii) jika terjadi penurunan nilai aset karena usang, rusak atau kondisi lainnya sebelum diserahkan ke nasabah, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aset:

(b) jika murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat:

(i) dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi, mana yang lebih rendah; dan

(ii) jika nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendah dari biaya perolehan, maka selisihnya diakui sebagai kerugian.

  1. Diskon pembelian aset murabahah diakui sebagai:

(a) pengurang biaya perolehan aset  murabahah, jika terjadi sebelum akad murabahah

(b)  kewajiban kepada pembeli,  jika terjadi setelah akad murabahah dan sesuai akad yang disepakati maka bagian yang menjadi hak pembeli

(c) tambahan keuntungan  murabahah, jika terjadi setelah akad murabahah  dan sesuai akad yang menjadi bagian hak penjual

(d) pendapatan operasi lain jika terjadi setelah akad murabahah dan tidak diperjanjikan dalam akad

  1. Kewajiban penjual kepada pembeli atas pengembalian diskon pembelian akan tereliminasi pada saat:

(a) dilakukan pembayaran kepada pembeli sebesar jumlah potongan setelah dikurangi dengan biaya pengembalian; atau

(b) dipindahkan sebagai dana kebajikan jika pembeli sudah tidak dapat dijangkau oleh penjual.

  1. Pada saat akad murabahah, piutang murabahah diakui sebesar biaya perolehan aset murabahah  ditambah keuntungan yang disepakati. Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murabahah  dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang.
  2. Keuntungan murabahah diakui:

(a) pada saat terjadinya penyerahan barang  jika dilakukan secara tunai atau secara tangguh yang tidak melebihi satu tahun; atau

(b) selama periode akad sesuai dengan tingkat risiko dan upaya untuk merealisasikan keuntungan tersebut untuk transaksi tangguh lebih dari satu tahun. Metode-metode berikut ini digunakan, dan dipilih yang paling sesuai dengan karakteristik risiko dan upaya transaksi murabahah-nya:

(i) Keuntungan diakui saat penyerahan aset murabahah. Metode ini terapan untuk murabahah tangguh dimana risiko penagihan kas dari piutang murabahah dan beban pengelolaan piutang serta penagihannya relatif kecil.

(ii) Keuntungan diakui proporsional dengan besaran kas yang berhasil ditagih dari piutang murabahah. Metode ini terapan untuk transaksi  murabahah tangguh dimana risiko piutang tidak tertagih relatif besar dan/atau beban untuk mengelola dan menagih piutang tersebut relatif besar juga.

(iii) Keuntungan diakui saat seluruh piutang murabahah berhasil ditagih. Metode ini terapan untuk transaksi murabahah tangguh dimana risiko piutang tidak tertagih dan beban pengelolaan piutang serta penagihannya cukup besar. Dalam praktek, metode ini jarang dipakai, karena transaksi  murabahah tangguh mungkin tidak terjadi bila tidak ada kepastian yang memadai akan penagihan kasnya.

  1. Pengakuan keuntungan, dalam paragraf 23 (b) (ii), dilakukan secara proporsional atas jumlah piutang yang jatuh tempo dalam setiap periode dengan mengalikan persentase keuntungan terhadap jumlah piutang yang jatuh tempo pada periode yang bersangkutan. Persentase keuntungan dihitung dengan perbandingan antara margin dan biaya perolehan aset murabahah.
  2. Berikut ini contoh perhitungan keuntungan secara proporsional untuk suatu transaksi murabahah dengan biaya perolehan aset (pokok) Rp800,00 dan keuntungan Rp200,00; serta pembayaran dilakukan secara angsuran selama 3 tahun; dimana jumlah angsuran, pokok dan keuntungan yang diakui setiap tahun adalah sbg berikut:

Standar Akuntansi Murabahah

  1. Potongan pelunasan piutang murabahah yang diberikan kepada pembeli yang melunasi tepat waktu atau lebih cepat  dari waktu yang disepakati diakui sebagai pengurang keuntungan murabahah.
  2. Pemberian potongan pelunasan piutang murabahah  dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu metode berikut:

(a) diberikan pada saat pelunasan, yaitu penjual mengurangi piutang  murabahah  dan keuntungan murabahah; atau

(b) diberikan setelah pelunasan, yaitu penjual menerima pelunasan piutang dari pembeli dan kemudian membayarkan potongan pelunasannya kepada pembeli.

  1. Potongan angsuran murabahah diakui sebagai berikut:

(a) jika disebabkan oleh pembeli yang membayar secara tepat waktu diakui sebagai pengurang keuntungan murabahah;

(b) jika disebabkan oleh penurunan kemampuan pembayaran pembeli diakui sebagai beban.

  1. Denda dikenakan jika pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad, dan denda yang diterima diakui sebagai bagian dana kebajikan.
  2. Pengakuan dan pengukuran uang muka adalah sebagai berikut:

(a) uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima;

(b) pada saat barang jadi dibeli oleh pembeli maka uang muka diakui sebagai pembayaran piutang (merupakan bagian pokok); dan

(c) jika barang batal dibeli oleh pembeli maka uang muka dikembalikan kepada pembeli setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual .

4.2.2. Penyajian

  1. Piutang murabahah  disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan, yaitu saldo piutang  murabahah  dikurangi penyisihan kerugian piutang.
  2. Margin murabahah  tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) piutang murabahah.
  3. Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) hutang murabahah.

4.2.3. Pengungkapan

  1. Penjual mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada:

(a) harga perolehan aset murabahah;

(b) janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan; dan

(c) pengungkapan yang diperlukan sesuai  PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

  1. Pembeli mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada:

(a) nilai tunai aset yang diperoleh dari transaksi murabahah;

(b) jangka waktu murabahah tangguh.

(c) pengungkapan yang diperlukan sesuai  PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah Standar Akuntansi Murabahah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X