Tujuan Akuntansi dan Laporan Keuangan Bank Syariah

Tujuan Akuntansi Bank Syariah

Akuntansi keuangan terutama berkaitan dengan penyediaan informasi untuk membantu para pemakai di dalam pengambilan keputusan. Mereka yang berurusan dengan bank-bank Islam mempunyai kepedulian untuk mematuhi dan mencari ridho Allah di dalam urusan keuangan dan urusan lain mereka. Allah berfirman: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”. (Surah 2: ayat 168). Sasaran-sasaran dari akuntansi keuangan bagi bank-bank lain kebanyakan ditetapkan di negara negara bukan Islam. Oleh karena itu, adalah wajar terdapat perbedaan antara sasaran-sasaran yang ditetapkan bagi bank-bank lain dan bank-bank yang akan ditetapkan untuk bank-bank Islam. Perbedaan ini terutama berasal dari perbedaan di dalam sasaran-sasaran dari mereka yang memerlukan informasi akuntansi dan dengan demikian juga informasi yang mereka butuhkan. Tetapi, ini tidak berarti kita menolak semua hasil-hasil dari pemikiran akuntansi modern di negara negara non-Islam. Ini karena ada sasaran-sasaran yang sama antara para pemakai informasi akuntansi Muslim dan non-Muslim. Sebagai contoh, investor Muslim dan non-Mulim sama-sama ingin meningkatkan kekayaan mereka dan mendapatkan hasil yang bisa diterima dari invetasi mereka. Ini adalah keinginan yang sah yang telah diakui di dalam Syariah yang sesuai dengan firman Allah: “Dan Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. “ (kutipan dari Surah 67:15). tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Tujuan akuntansi keuangan bank syariah adalah :

  1. Menentukan hak dan kewajiban pihak terkait, termasuk hak dan kewajiban yang berasal dari transaksi yang belum selesai dan atau kegiatan ekonomi lain, sesuai dengan prinsip syariah yang berlandaskan pada konsep kejujuran, keadilan, kebijakan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis Islami;
  2. Menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi para pemakai laporan dalam pengambilan keputusan; dan tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah
  3. Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan kegiatan usaha.

Tujuan Laporan Keuangan Bank Syariah :

Suatu laporan keuangan bermanfaat apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan. Akan tetapi, perlu disadari pula bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan bank karena secara umum laporan keuangan hanya menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan, walaupun demikian, dalam beberapa hal bank perlu menyediakan informasi yang mempunyai pengaruh keuangan masa depan. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut: tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

  1. Pengambilan putusan investasi dan pembiayaan. Laporan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan yang rasional. Oleh karena itu, informasi harus dapat dipahami oleh pelaku bisinis dan ekonomi yang mencermati informasi yang disajikan dengan seksama. Pihak-pihak yang berkepentingan antara lain :
    1. Shahibul maal / pemilik dana
    2. Kreditur
    3. Pembayar zakat, infaq dan shadaqah
    4. Pemegang saham
    5. Otoritas pengawasan
    6. Bank Indonesia
    7. Pemerintah
    8. Lembaga penjamin simpanan; dan
    9. Masyarakat
  2. Menilai prospek arus kas. Pelaporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat mendukung investor / pemilik dana, kreditur dan pihak-pihak lain dalam memperkirakan jumlah, saat dan ketidakpastian dalam penerimaan kas dimasa depan atas deviden, bagi hasil, dan hasil dari penjualan, pelunasan (redemption), dan jatuh tempo dari surat berharga atau pinjaman. Prospek penerimaan kas tersebut sangat tergantung dari kemampuan bank untuk menghasilkan kas guna memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo, kebutuhan operasional, reinvestasi dalam operasi, serta pembayaran deviden. Presepsi investor pemilik dana dan kreditur dipengaruhi oleh harapan mereka atas tingkat bagi hasil dan risiko dari dana yang mereka tanamkan. Investor pemilik dana dan kreditur akan memaksimalkan pengembalian dana yang telah mereka tanamkan dan akan melakukan penyesuaian terhadap risiko yang mereka presepsikan atas perusahaan yang bersangkutan. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah
  3. Informasi atas sumber daya ekonomi. Pelaporan keuangan bertujuan memberikan informasi tentang sumberdaya ekonomis bank (economic resources), kewajiban bank untuk mengalihkan sumber daya tersebut kepada entitis lain atau pemilik sama, serta kemungkinan terjadinya transaksi, dan peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya ekonomi tersebut. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah
  4. Kepatuhan bank terhadap prinsip syariah. Laporan keuangan memberikan informasi mengenai kepatuhan bank terhadap prinsip syariah, serta informasi pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah dan bagaimana pendapatan tersebut diperoleh serta penggunaannya;
  5. Laporan keuangan memberikan informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab bank terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak, dan informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh pemilik dan pemilikdana investasi terikat; dan tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah
  6. Pemenuhan fungsi sosial Laporan keuangan memberikan informasi mengenai pemenuhan fungsi sosial bank, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Laporan keuangan tidak hanya mencakup pernyataan mengenai keuangan tetapi juga merupakan sarana komunikasi informasi yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak dengan informasi yang disediakan oleh akuntansi keuangan. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Sasaran-sasaran dari akuntansi keuangan menentukan jenis dan sifat informasi yang harus dimasukkan di dalam laporan keuangan guna membantu para pemakai laporan ini di dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, sasaran-sasaran dari akuntansi keuangan harus memfokuskan pada kebutuhan informasi bersama dari para pemakai yang tidak mempunyai otoritas atau kemampuan untuk mendapatkan secara langsung informasi yang mereka perlukan, atau mengakses informasi tersebut. Fokus ini adalah karena dua alasan, yaitu kemampuan para pemakai untuk mendapatkan informasi yang mereka perlukan untuk mengambil keputusan secara langsung dari entitas; dan kebutuhan akuntan untuk melakukan pilihan diantara berbagai kebutuhan informasi yang bersaing dari berbagai pemakai karena keterbatasannya dalam memasukkan hal-hal apa saja yang dapat dimasukkan di dalam laporan keuangan. Namun demikian, tidak berarti bahwa laporan keuangan yang memfokuskan pada kebutuhan informasi bersama dari para pemakai yang mempunyai akses terhadap informasi yang terbatas itu tidak bermanfaat bagi orang lain. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Kategori utama para pemakai laporan keuangan eksternal bagi bank-bank Islam yang kebutuhan informasinya dibahas di dalam laporan ini meliputi: tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

  1. Modal pemilik
  2. Pemilik rekening invetasi
  3. Deposan lainnya
  4. Pemilik rekening dan tabungan
  5. Orang lain yang melakukan transaksi bisnis dengan bank Islam, yang bukan pemilik atau pemilik rekening
  6. Lembaga zakat (seandainya tidak ada kewajiban hukum untuk membayarnya)
  7. Lembaga-lembaga pengatur.

Kebutuhan informasi dari para pemakai laporan keuangan meningkatkan dan berubah dengan meningkatnya kategori para pemakai, misalnya investor termasuk modal pemilik dan pemilik rekening invetasi, kreditor termasuk deposan jangka pendek (current depositor), deposan penabung (savings depositor), debtors, para pegawai bank Islam, lembaga-lembaga keuangan dan perbankan lain, dan mereka yang berurusan dengan bank-bank Islam dalam hal lain. tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Lembaga pemerintah mempunyai kekuasaan dan otoritas untuk secara langsung memperoleh jenis-jenis informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaliknya, para pemakai eskternal lainnya terbatas pada informasi yang termuat di dalam laporan keuangan bank Islam. Oleh karena itu, adalah penting bahwa kebutuhan informasi bersama dari kategori para pemakai ini merupakan fokus dari laporan keuangan. Tetapi harus ditekankan bahwa laporan keuangan tidak bisa diharapkan akan memberikan setiap informasi yang mungkin yang dibutuhkan dari kategori pemakai ini karena pertimbangan biaya, terutama untuk kebutuhan yang tidak lazim bagi para pemakai lainnya.  tujuan akuntansi dan laporan keuangan bank syariah

Kebutuhan informasi bersama para pemakai bisa dirangkumkan sebagai berikut:

  1. Informasi yang bisa membantu di dalam mengevaluasi kepatuhan bank terhadap Syariah pada semua pembiayaannya dan urusan-urusan lain.
  2. Informasi yang bisa membantu mengevaluasi kemampuan bank dalam hal:
    1. Menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia dengan cara yang mengamankan sumber-sumber daya ini dan pada saat yang sama meningkatkan nilainya, pada tingkat yang rasional.
    2. Melaksanakan tanggung jawab sosialnya, dan khususnya yang telah ditetapkan oleh Islam, termasuk penggunaan sumber-sumber daya yang tersedia dengan baik, perlindungan hak-hak orang lain dan pencegahan kerusakan di atas bumi.
    3. Menyediakan kebutuhan ekonomi dari orang-orang yang berurusan dengan bank
    4. Mempertahankan likuditas pada tingkat yang tepat.
  3. Informasi yang bisa membantu mereka yang bekerja pada bank tersebut di dalam mengevaluasi hubungan mereka dan masa depan bank Islam, termasuk kemampuan bank untuk melindungi dan mengembangkan hak-hak mereka dan mengembangkan ketrampilan managerial dan produktif serta kemampuan mereka.
  4. Diasumsikan bahwa jenis informasi yang dijelaskan di atas mencerminkan informasi minimum yang dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan informasi bersama dari para pemakai eksternal laporan keuangan.

Laporan keuangan yang dimaksudkan untuk menyediakan kebutuhan informasi bersama dari para pemakai ksternal telah dibagi menjadi kategori berikut ini:

  1. Laporan-laporan yang sekarang dihasilkan oleh akuntansi keuangan dalam bentuk laporan keuangan dan catatan-catatan terhadap laporan keuangan tersebut.
  2. Laporan-laporan yang bisa dihasilkan oleh akuntansi keuangan atau sistem informasi lainnya dari bank-bank Islam dalam bentuk laporan keuangan lain, yang sekarang tidak dihasilkan.
    Perbedaan antara kedua kategori laporan ini adalah penting pada
    tingkat upaya dari Badan ini karena dua alasan:

    1. Kategori laporan pertama yaitu laporan keuangan dan catatan yang berkaitan merupakan output utama dari laporan akuntansi. Disamping itu, laporan tersebut lazim dikenal dan dibuat sesuai dengan standard yang memberikan jaminan kejujuran di dalam penyajian posisi keuangan, hasil-hasil operasi dan arus kas.
    2. Kategori kedua dari laporan ini kurang dikenal dilihat dari definisi yang umumnya diterima dan tidak ada jaminan bahwa laporan tersebut mengandung informasi yang bisa dipercaya dan penyajian yang jujur yang diperlukan oleh mereka yang berurusan dengan bank-bank Islam karena berbagai alasan, termasuk keterbatasan proses akuntansi keuangan.

Meskipun demikian, sasaran-sasaran akan ditetapkan untuk semua laporan keuangan sebagai suatu kesatuan untuk membimbing pembentukan standard akuntansi bank-bank Islam. Rencana Badan ini di masa depan adalah akan membahas sasaran-sasaran tertentu dari masing-masing laporan dan konsepnya dan mengembangkan standard untuk pembuatan laporan tersebut untuk menjamin akurasinya.

Contoh-contoh dari jenis laporan keuangan lain bagi bank-bank Islam meliputi:

  1. Laporan keuangan analitis mengenai sumber-sumber Zakat dan penggunaannya. Meskipun laporan keuangan bank-bank Islam akan mengungkapkan kewajiban Zakat dan jumlah yang telah dibayarkan, para pemakai laporan keuangan mungkin tertarik pada analisis tambahan mengenai sumber-sumber dana Zakat, metode pengumpulannya termasuk pengendalian untuk mengamankan dana-dana ini dan penggunaannya.
  2. Laporan keuangan analitis mengenai pendapatan atau pengeluaran yang dilarang oleh Syariah. Dengan laporan keuangan ini kami bermaksud untuk mengungkapkan pendapatan yang diperoleh oleh bank Islam dari transaksi yang dilarang atau sumber-sumber dan pengeluaran yang dilarang oleh Syariah dan bagaimana pendapatan ini dikeluarkan. Tetapi, para pemakai laporan keuangan mungkin tertarik pada laporan keuangan rinci. Laporan tersebut bisa meliputi informasi mengenai sebab-sebab pendapatan tersebut, sumber-sumbernya, bagaimana pendapatan tersebut dikeluarkan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan untuk mencegah masuk ke dalam transaksi yang dilarang oleh Syariah.
  3. Laporan mengenai dipenuhinya tanggung jawab sosial dari bank Islam. Islam selalu berkaitan dengan konsep tanggung jawab sosial apakah tanggung jawab tersebut kesejahteraan sosial atau pencegahan mudharat. Hal ini bisa diperhatikan di dalam ayat-ayat Al Qur’an, ucapan dan perbuatan Nabi (salallahu ‘alaihi wasallam) dan fiqih Islami. Misalnya, Allah berfirman: “ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Surah 28: ayat 77). Nabi (salallahu ‘alaihi wasallam) bersabda “ Yang paling dicintai Allah diantara kamu adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Rasulullah juga bersabda “Tidak boleh menzalimi dan juga dizalimi”. Jadi, Islam melarang setiap Muslim dari menimbulkan kerusakan pada dirinya sendiri, orang lain, lingkungannya atau masyarakat karena mengejar keuntungan material. Ini menunjukkan bahwa Islam mempelopori konsep ini yang baru-baru ini saja dikembangkan di Barat.
  4. Laporan mengenai pengembangan sumber daya manusia bank Islam. Laporan tersebut mungkin mengandung informasi mengenai upaya-upaya untuk mengembangkan sumber-sumber manusianya apakah dilihat dari pengetahuan mereka mengenai Syariah atau ilmu ekonomi. Disamping itu, laporan ini akan meliputi upaya-upaya bank di dalam mendorong para pegawainya agar mendapat pengaruh positif dan effisien.

2 thoughts on “Tujuan Akuntansi dan Laporan Keuangan Bank Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X